Tas kresek a.k.a kantong plastik, kantong serbaguna, kantong sejuta umat namun bahaya mengancam dibalik tas resek. Kenapa? Kita tak (pernah) tahu (dan mungkin tak mau tahu) bagaimana proses daur ulang tas kresek, kita tak (pernah) tahu (dan mungkin tak mau tahu) plastik dari bahan dasar mana yang digunakan sebagai bahan daur ulang? Bagaimana bila tas kresek digunakan sebagai bungkus camilan, gorengan atau makanan yang lain?
Kurangi penggunaan kantong plastik, bila memungkinkan tak ada salahnya membeli suatu barang tanpa ‘bonus’ tas kresek. Saya berhasil menolak ‘bonus’ ini ketika menyewa film di Odiva. Bila membawa tas akan saya masukkan ke tas, bila tidak toh jok motor cukup untuk menampung 6 keping film . Karena udah terbiasa menolak ‘bonus’ ini, pelayan Odiva sudah hafal dengan ‘tabiat’ saya ini dan menyerahkan film sewaan tanpa ‘bonus’ tas kresek. Kupikir, paling sampai di rumah ‘bonus’ ini juga akan masuk ke tong sampah.
Namun aksi ini tak selamanya sukses, dengan suatu alasan petugas kasir Gramedia menolak keingininanku ini dengan tetap membungkus majalah yang kubeli dan melanjutkan menstaples nota slip di mulut kresek. Mungkin biar ga dikira ngutil sama satpam di pintu masuk.
Tas kresek atau kantong plastik lainnya memerlukan waktu setidaknya 10-20 tahun untuk terurai dengan tanah, sebelum itu akan tetap menjadi polusi tanah.
(Bagaimanapun juga kita masih memerlukan keberadaan kantong plastik ini untuk pelapis keranjang sampah, bungkus pakaian laundry, topi darurat tatkala hujan hingga pembungkus celana dalam yang basah setelah berenang. Bukan menghilangkan, hanya mengurangi seperlunya)
Think again
Think green
Go green
Tas kresek a.k.a kantong plastik, kantong serbaguna, kantong sejuta umat namun bahaya mengancam dibalik tas resek. Kenapa? Kita tak (pernah) tahu (dan mungkin tak mau tahu) bagaimana proses daur ulang tas kresek, kita tak (pernah) tahu (dan mungkin tak mau tahu) plastik dari bahan dasar mana yang digunakan sebagai bahan daur ulang? Bagaimana bila tas kresek digunakan sebagai bungkus camilan, gorengan atau makanan yang lain?
Kurangi penggunaan kantong plastik, bila memungkinkan tak ada salahnya membeli suatu barang tanpa ‘bonus’ tas kresek. Saya berhasil menolak ‘bonus’ ini ketika menyewa film di Odiva. Bila membawa tas akan saya masukkan ke tas, bila tidak toh jok motor cukup untuk menampung 6 keping film . Karena udah terbiasa menolak ‘bonus’ ini, pelayan Odiva sudah hafal dengan ‘tabiat’ saya ini dan menyerahkan film sewaan tanpa ‘bonus’ tas kresek. Kupikir, paling sampai di rumah ‘bonus’ ini juga akan masuk ke tong sampah.
Namun aksi ini tak selamanya sukses, dengan suatu alasan petugas kasir Gramedia menolak keingininanku ini dengan tetap membungkus majalah yang kubeli dan melanjutkan menstaples nota slip di mulut kresek. Mungkin biar ga dikira ngutil sama satpam di pintu masuk.
Tas kresek atau kantong plastik lainnya memerlukan waktu setidaknya 10-20 tahun untuk terurai dengan tanah, sebelum itu akan tetap menjadi polusi tanah.
(Bagaimanapun juga kita masih memerlukan keberadaan kantong plastik ini untuk pelapis keranjang sampah, bungkus pakaian laundry hingga sebagai topi darurat tatkala hujan. Bukan menghilangkan, hanya mengurangi seperlunya)
Think again
Think green
Go green


