Siemens C35i (2000)
Beli sekitar akhir tahun 2000 ± Rp. 1.100.000.
Status : hilang, diperkirakan jatuh saat naik ojek, sisa pulsa saat itu sekitar Rp. 200.000 dari kartu perdana seharga dan pulsa berisi Rp. 500.000
Ericsson A3618 (2002)
Salah satu produk Ericsson sebelum merger menjadi Sony Ericsson dengan keunggulan fitur warna layar yang bisa berubah menjadi putih, hijau, kuning, biru dan merah. Beli dengan harga ± Rp. 1.700.000. Sempat hang sebelum diganti keseluruhan oleh service center secara gratis kecuali batere (garansi resmi).
Nokia 3310 (2003)
Ponsel sejuta umat untuk saat itu, dibeli dengan harga sekitar ± Rp.. 1.300.000 untuk menggantikan hape sebelumnya.
Motorola E398 (2005)
Pengganti Nokia 3310 karena ada permasalahan di speaker. Beli dengan harga ± Rp. 1.400.000 dengan fitur unggulan musik dengan efek suara 3D. Kondisi terakhir D-key ke bawah dan keypad nomor 9 mati.
Nokia 6233 (2007)
± Rp. 1.850.000, hape paling gue banget, musik oke dengan suara stereo, kamera asik buat sekedar jepret-jepret, notepad bisa buat softcopy draft artikel postingan blog. Sistem operasi Java dan asik buat internetan melalui Opera Mini. Sayang, belum genap satu tahun hape ini telah berpindah tangan di stadion Palaran saat acara penutupan PON XVII Kaltim Juli 2008 lalu.
Untuk sementara kembali memberdayakan Motorola E398 dengan fasilitas yang seadanya hingga dollar PayPal menunjukkan angka yang manarik (loh apa hubungannya?)
Dulu dan kini, dengan jumlah seharga Nokia 3310 dahulu, kini bisa mendapatkan hape dengan fasilitas multimedia, kamera, GPRS dan beberapa fitur canggih lainnya.
Nah, apa tipe 5 hape terakhir kamu?

Siemens C35i (2000)
Beli sekitar akhir tahun 2000 ± Rp. 1.100.000.
Status : hilang, diperkirakan jatuh saat naik ojek, sisa pulsa saat itu sekitar Rp. 200.000 dari kartu perdana seharga dan pulsa berisi Rp. 500.000
Ericsson A3618 (2002)
Salah satu produk Ericsson sebelum merger menjadi Sony Ericsson dengan keunggulan fitur warna layar yang bisa berubah menjadi putih, hijau, kuning, biru dan merah. Beli dengan harga ± Rp. 1.700.000. Sempat hang sebelum diganti keseluruhan oleh service center secara gratis kecuali batere (garansi resmi).
Nokia 3310 (2003)
Ponsel sejuta umat untuk saat itu, dibeli dengan harga sekitar ± Rp.. 1.300.000 untuk menggantikan hape sebelumnya.
Motorola E398 (2005)
Pengganti Nokia 3310 karena ada permasalahan di speaker. Beli dengan harga ± Rp. 1.400.000 dengan fitur unggulan musik dengan efek suara 3D. Kondisi terakhir D-key ke bawah dan keypad nomor 9 mati.
Nokia 6233 (2007)
± Rp. 1.850.000, hape paling gue banget, musik oke dengan suara stereo, kamera asik buat sekedar jepret-jepret, notepad bisa buat softcopy draft artikel postingan blog. Sistem operasi Java dan asik buat internetan melalui Opera Mini. Sayang, belum genap satu tahun hape ini telah berpindah tangan di stadion Palaran saat acara penutupan PON XVII Kaltim Juli 2008 lalu.
Untuk sementara kembali memberdayakan Motorola E398 dengan fasilitas yang seadanya hingga dollar PayPal menunjukkan angka yang manarik (loh apa hubungannya?)
Dulu dan kini, dengan jumlah seharga Nokia 3310 dahulu, kini bisa mendapatkan hape dengan fasilitas multimedia, kamera, GPRS dan beberapa fitur canggih lainnya.